Temufi

Blog Temufi Lifestyle dan Bisnis

PT Frisian Flag Indonesia (FFI) telah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan produktivitas dan kapabilitas peternak sapi perah melalui program Dairy Development Program (DDP). Hingga saat ini, DDP telah menjangkau lebih dari 20.000 peternak sapi perah dan bermitra dengan 15 koperasi, kelompok peternak, dan mega farm yang tersebar di berbagai titik di Pulau Jawa dan Sumatera. “Tujuan dan fokus dari program tersebut adalah memusatkan perhatian pada peningkatan terhadap kesejahteraan melalui pengembangan kapabilitas komunitas peternak sapi perah mengenai Good Dairy Farming Practice (GDFP), di antaranya melalui teknik peternakan, manajemen peternakan dan kebersihan kandang,” kata Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro, Kamis (18/11/2021).

Menurut Andrew, melalui upaya tersebut, peternak diharapkan pula dapat meningkatkan standar tata Kelola dan tata laksana peternakan yang akan berujung kepada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN). “Program DDP didukung oleh para ahli dari perusahaan untuk memberikan pelatihan dalam bidang pengetahuan nutrisi hewan, manajemen kandang, perawatan, pembibitan, reproduksi, dan pemeliharaan pedet,” paparnya. FFI melalui program DDP juga membuat beberapa peternakan percontohan sebagai benchmark peternakan yang ideal dengan memanfaatkan material lokal.

Beberapa program yang dijalankan juga merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak dan dukungan dari berbagai mitra, salah satunya kerjasama dengan Pemerintah Kerajaan Belanda. Hingga saat ini, beberapa program DDP yang telah dijalankan adalah Milk Collection Point. Melalui kemitraan dengan Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, sejak tahun 2015 FFI membangun Milk Collection Point (MCP) bersistem barcode digital untuk membantu peternak sapi perah lokal dalam meningkatkan kualitas dan mendapatkan harga susu yang lebih adil. “Kehadiran MCP ini bertujuan untuk menjaga jumlah Total Plate Count (TPC) atau bakteri yang terkandung dalam susu serendah mungkin,” terangnya. Semakin rendah nilai TPC yang terkandung di dalam susu segar, maka semakin tinggi kualitasnya. “Dengan sistem tersebut, peternak akan mendapatkan harga susu yang adil dan sesuai dengan kualitas susu yang dihasilkan,” imbuhnya.

Hingga saat ini, KPBS dan FFI telah membangun MCP digital di 7 titik kelompok ternak di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, yang berlokasi di Los Cimaung, Warnasari, Cipanas, Citere, Mekar Mulya, Lembang Sari, dan Gunung Cupu. Hingga tahun 2021, sebanyak 1.034 peternak sapi perah telah difasilitasi oleh 7 MCP tersebut untuk membantu peternak sapi perah dalam mendapatkan penilaian kualitas susu segar yang valid dan penetapan harga yang adil. “Keberhasilan MCP dengan sistem digital di Pangalengan ini menjadi motivasi bagi FFI untuk terus mengembangkan program ini bersama koperasi susu lainnya di Indonesia, demi meningkatkan kualitas susu segar dan kesejahteraan para peternak sapi perah di Indonesia,” papar Andrew. Berikutnya, program Dairy Village. FFI mengimplementasikan komitmen jangka panjangnya dalam menghadapi tantangan peternakan sapi perah dan pemberdayaan peternak sapi perah di Indonesia dengan membangun Dairy Village atau Desa Susu.

Dairy Village merupakan sebuah percontohan peternakan sapi perah modern dan berkelanjutan pertama di Indonesia yang berlokasi di Ciater, Subang, Jawa Barat. Dairy Village mulai dibangun sejak tahun 2016 berkat kerja sama FFI dengan Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Jawa Barat yang lahannya disediakan oleh PTPN VIII. Hal ini merupakan cerminan dukungan FFI kepada Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan swasembada susu. Dairy Village juga merupakan hasil dari peningkatan kemitraan strategis yang telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun dengan peternak sapi perah di Lembang. Kemitraan tersebut bertujuan untuk tumbuh lebih kuat bersama sama melalui program pemberdayaan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan mereka dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas SSDN. Pembangunan Dairy Village juga merupakan sebuah respon FFI dalam upaya berkontribusi pada target pemerintah.

“Program lainnya adalah Farmer2Farmer (F2F), Young Farmers Academy, BEWARA, Barn Renovation, dan Women Empowerment in Dairy ‘Kartini Peternak Indonesia,” sebut Andrew.

RELATED ARTICLES

Anggota DPR RI Minta Pemerintah Telusuri Penyebar Isu Pembubaran MUI, Sebut Bisa Ancam Persatuan

Anggota DPR RI Fraksi PKS Syahrul Aidi Maazat mengingatkan pemerintah untuk berhati hati menyikapi adanya isu publik terkait pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurut Syahrul Aidi, isu ini sangatsensitif dalam kehidupan beragama dan bernegara. Sehingga, dikhawatirkanberpotensi merusak keharmonisan kehidupan bernegara ke depannya. "Penangkapan beberapa ulama…

Anggota DPR RI Minta Pemerintah Telusuri Penyebar Isu Pembubaran MUI, Sebut Bisa Ancam Persatuan

Anggota DPR RI Fraksi PKS Syahrul Aidi Maazat mengingatkan pemerintah untuk berhati hati menyikapi adanya isu publik terkait pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurut Syahrul Aidi, isu ini sangatsensitif dalam kehidupan beragama dan bernegara. Sehingga, dikhawatirkanberpotensi merusak keharmonisan kehidupan bernegara ke depannya. "Penangkapan beberapa ulama…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *