Setelah menjalani operasi, pasien perlu memperhatikan perawatan spine atau tulang belakang yang sebelumnya mengalami kondisi medis tertentu. Fisioterapi menjadi salah satu anjuran yang paling umum direkomendasikan untuk mengoptimalkan pemulihan. Hal ini disebabkan terapi tersebut dapat kembali memperkuat fungsi otot sampai melenturkan sendi serta otot yang kaku.
5 cara perawatan spine agar cepat pulih pascaoperasi
Meski demikian, masih ada sejumlah langkah perawatan yang sebaiknya Anda terapkan supaya tulang belakang bisa segera berfungsi normal. Beberapa di antaranya bahkan mudah dilakukan di rumah asalkan konsisten.
1. Lakukan aktivitas fisik ringan
Membiarkan tubuh terlalu lama berbaring selepas operasi berpotensi membuat tubuh kaku serta lemah. Di sisi lain, Anda juga jangan langsung melakukan aktivitas yang membebani tulang belakang. Mulailah dari gerakan-gerakan ringan seperti stretching dan jalan kaki.
Aktivitas fisik ringan membantu Anda meredakan nyeri sekaligus melancarkan sirkulasi darah. Dengan begitu, luka operasi bisa segera mengering yang membuat risiko infeksi berkurang.
2. Kontrol rutin kadar gula darah
Bagi Anda yang menderita diabetes, kontrol gula darah sangat penting dilakukan selepas operasi tulang belakang. Tingginya gula darah berpotensi memperlambat tahap pemulihan yang membuat Anda makin lama sembuh hingga mengundang infeksi.
Oleh karena itu, pantau secara berkala kadar gula darah selama perawatan spine. Diskusikan juga bersama dokter terkait asupan makan dan obat yang aman dikonsumsi.
3. Perbanyak asupan makanan bergizi
Pihak rumah sakit biasanya akan menyediakan menu makanan dengan gizi seimbang untuk para pasien pascaoperasi. Meski mungkin ada yang hambar atau bukan favorit, hidangan tersebut wajib Anda santap demi mempercepat penyembuhan tulang belakang.
Sumber protein menjadi makanan yang patut Anda konsumsi. Kandungan ini yang berfungsi dalam menangani kerusakan jaringan tubuh akibat tindakan operasi.
4. Kenali baik-baik tanda infeksi
Jangan sepelekan tanda-tanda infeksi seperti pembengkakan hingga peradangan. Walau normal, gejala yang disertai keluhan seperti kulit kemerahan sampai nanah yang keluar dari bekas luka tak bisa diabaikan. Apalagi kalau Anda demam hingga mengalami sesak napas.
Laporkan tanda infeksi yang makin parah dan mengganggu aktivitas kepada dokter. Jadi, mereka dapat melakukan diagnosis dan memberikan penanganan yang tepat.
5. Terapkan manajemen nyeri
Selain konsumsi obat-obatan yang dokter resepkan, pasien dapat menerapkan manajemen nyeri sesuai kebutuhan. Salah satunya adalah mindfulness meditaton yang membantu mengubah cara pandang atau perspektif dalam menghadapi rasa sakit.
Dalam penerapannya, Anda dapat menggunakan kompres dingin dan hangat bergantikan. Metode tersebut diharapkan dapat meredakan nyeri sekaligus menenangkan pikiran.
Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter atau ahli lain selama perawatan spine berlangsung. Jadi, Anda tetap mendapatkan tindakan tepat untuk berbagai kemungkinan yang muncul.
